makalah bahaya makanan barat

Oktober 5, 2010 endahkaru

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Sampul Depan Makalah

Halaman Judul Depan Makalah

Kata Pengantar……………………………………………………………………   1

Daftar Isi…………………………………………………………………………..    2

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah……………………………………………….   3

1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………..    5

1.3  Tujuan…………………………………………………………………    5

1.4  Manfaat………………………………………………………………..     5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian……………………………………………………………..    6

2.2 Adakah perbedaan antara junk food dan fast food…………………….    6

2.3 Jenis-jenis makanan junk food……………………………………….      9

2.4 Bahaya Junk Food dan Fast Food…………………………………….    13

2.5 Strategi jitu atasi ketagihan junk food dan fast food…………………    15

2.6 Fast Food harus terencana…………………………………………….    17

2.7 Area bebas Junk food…………………………………………………     19

2.8 Lebih memilih junk food……………………………………………..     20

BAB III  PENUTUP

3.1 Simpulan………………………………………………………………    21

3.2 Saran…………………………………………………………………..    21

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………    22

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobbil ‘alamin. Puji dan syukur kepada Allah S.W.T. yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga tugas ini dapat diselesaikan. Disadari pula bahwa tugas ini dapat tersusun karena bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, rasa terima kasih yang mendalam disampaikan kepada yang terhormat:

1.      H. Suradi, selaku kepala sekolah SMAN 4 Yogyakarta yang telah memfasilitas makalah ini.

2.      Ibu Vivi Sofiati, selaku guru pengampu yang telah memotivasi, membantu, dan  mengarahkan sehingga tugas ini dapat terselesaikan. Juga segala kebijakan, perhatian, dan bimbingannya.

3.      Orangtua yang telah memberi dukungan, arahan, dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini.

4.      Teman-teman yang selalu mendukung dan memberi saran dan kritik dalam makalah ini

Tim Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu saran dan kritik yang mendukung sangat kami harapkan agar pada tugas-tugas selanjutnya dapat lebih baik lagi. Tim Penulis juga berharap tugas ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan.

Yogyakarta, April 2010

Tim Penulis

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Anak muda perkotaan sudah tidak asing dengan jajanan seperti

fried chicken, french fries, hamburger, pizza dan sejenisnya. Termasuk juga

donat impor yang berukuran besar dengan macam-macam citarasa, cemilan

ekstruksi (semacam chiki), minuman bersoda, minuman kola, es krim,

milkshake, minuman kopi dengan “float” krim, coklat dan sebagainya.

Makanan-minuman keren tersebut memang sangat mudah ditemui di mall-mall,

plaza dan pertokoan besar di pusat dan pinggiran kota. Dan agaknya telah

membudaya dan menjadi santapan elit, terutama bagi kaum muda perkotaan.

Budaya konsumtif perkotaan diakui atau tidak telah melanda

juga anak-anak muda, termasuk bagaimana mereka memilih jajanannya. Siapa sih

yang nggak merasa wah dan “gaul” jika lunch atau dinner di McDonalds atau

KFC atau Pizza Hut atau Dunkin’ Donuts ? Wow nggak ada yang nolak. Selain

rasanya yang nikmat, suasana restonya juga menyenangkan dan bergengsi.

Tapi tahukah kita bahwa jenis-jenis jajanan yang ditawarkan

resto-resto di atas termasuk atau sangat berpotensi sebagai junk-food? Alias

makanan sampah? Mengapa makanan sampah? Produk pangan disebut junk-food jika

kandungan nutrisinya sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya

mengandalkan rasanya yang enak  Umumnya yang termasuk dalam golongan

junk-food adalah makanan berkadar garam tinggi, bergula tinggi, berlemak

tinggi, namun kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan

mineral. Salah satu ciri junk food antara lain mengandung banyak sodium

(garam-garaman), lemak jenuh dan kolesterol. Junk food mengutamakan

citarasa, penampilan luar yang wah dan secara ekonomi menguntungkan karena

populer, sedangkan nilai gizinya prioritas ke sekian.

Akibat mengutamakan citarasa tersebut junk-food mengandung

banyak lemak, garam dan gula, termasuk bahan tambahan pangan atau aditif

sintetik untuk menimbulkan citarasa (seperti MSG). Maka junk-food berpotensi

menimbulkan banyak penyakit, dari yang ringan sampai berat, seperti

obesitas, rematik akibat penimbunan asam urat, tekanan darah tinggi,

serangan jantung koroner, stroke dan kanker.

Saat ini penyakit-penyakit degeneratif tersebut tidak hanya

monopoli diderita orang tua yang berumur, tetapi juga anak muda. Berdasarkan

data survai WHO umur rata-rata orang yang terjangkit jantung koroner di

dunia telah menurun dari 46 tahun ke 35 tahun. Suatu hal yang sangat

memprihatinkan.

Bagaimana mengatasi akibat dari junk-food tanpa kita harus

meninggalkan sama sekali makanan-makanan trendy tersebut ? Ada banyak macam

cara, antara lain :

Jika makan fried chicken (tidak digunakan istilah ayam

goreng karena konotasi yang ditangkap akan sangat berbeda, fried chicken

alias ayam goreng impor menggunakan teknik penggorengan deep frying dimana

kandungan lemak bahan yang digoreng jauh lebih besar dibandingkan dengan

bahan yang digoreng dengan teknik penggorengan biasa) sebaiknya buang bagian

kulitnya. Kulit ayam, apalagi ayam ras, adalah sumber lemak jenuh dan

kolesterol.

Jangan ganti nasi dengan french fries. Kandungan lemak dan

sodium french fries sangat tinggi, mengkonsumsi nasi lebih baik.

Kalau beli burger, cari pilihan jenis burger yang lebih

banyak mengandung bahan nabati dibandingkan hewani. Jika memungkinkan

perbanyak isi sayurnya, seperti selada, tomat, mentimun dan sebagainya.

Sekarang mulai ngetrend coffee float, cola float dan

sebagainya. Ingat float banyak mengandung lemak dan gula. Sebaiknya beli

minuman tanpa embel-embel float.

Es krim kadang-kadang dipakai sebagai hidangan penutup,

selayaknya dihindari karena kandungan gula dan lemaknya cukup tinggi.

Sebaiknya ganti dengan yoghurt, puding atau jus buah. Jika tidak tersedia,

2. Rumusan Masalah

1.      Apa yang menyebabkan orang lebih memilih makanan cepat saji ?

2.      Apa yang menyebabkan orang lebih memilih makanan barat daripada makanan dalam negeri ?

3. Tujuan

1.      Untuk mengetahui sebab orang lebih memilih makanan cepat saji

2.      Untuk mengetahui sebab orang lebih memilih makanan barat daripada makanan dalam negeri

4. Manfaat

Bagi Penulis

Untuk memenuhi makalah Bahasa Indonesia dan sebagai pengetahuan tentang makanan barat serta bahayanya bagi kesehatan

Bagi Umum

Mengetahui dampak bahaya dari mengkomsumsi makanan barat, dan menambah wawasan tentang makanan barat

PEMBAHASAN

2. 1 Pengertian

Fast food atau makanan siap saji menjadi pilihan utama bagi masyarakat perkotaan,  dan sering kali kita beranggapan bahwa fast food adalah junk food, namun hal tersebut belum tentu benar, Junk food sendiri berarti makanan minim gizi yang biasanya mengandung kadar lemak, gula, dan garam yang tinggi.

Sedangkan pengertian dari fast food lebih kepada cara penyajiannya, fast food menjadi salah satu simbol kehidupan modern karena orang sibuk dengan aktivitasnya sehingga tidak sempat memasak dan hampir tidak memiliki waktu untuk makan. namun sekarang banyak restoran siap saji menyajikan menu yang mulai baragam bahkan sebagian ada yang dibuat khusus bagi para vegetarian.

2.2 Adakah perbedaan antara junk food dan fast food

Sejarah fast food sudah ada sejak abad ke-19, saat dimulainya era indusri di Amerika Serikat. Saat itu, masyarakat memasuki dunia kerja industri dengan kebiasaan yang baru pula. Mereka harus bekerja 8-10 jam sehari, dengan waktu istirahat yang pendek, sehingga harus efisien dalam memanfaatkan waktu makannya. Fast food saat itu hanya berupa snack bar yang dijual di kios-kios. Memasuki abad ke-20, mulai muncul restoran-restoran fast food seperti yang ada sekarang, disusul dengan era waralaba (franchise) sejak tahun 1950-an.

Kehadiran fast food langsung disukai oleh masyarakat karena cocok untuk gaya hidup orang modern. Cara penyajiannya cepat sehingga semua orang bisa menyantapnya sambil berdiri atau berjalan, bahkan jalan-jalan di taman kota.

Bertahun-tahun gaya hidup serba instan itu berjalan, sampai akhirnya mereka tersadar bahwa maraknya fast food telah membuat jumlah orang gemuk di AS juga meningkat tajam. Tak hanya itu, obesitas juga menjadi masalah nasional yang sangat serius, karena banyak kasus kematian menimpa orang AS, terkait dengan masalah kelebihan berat badan. Penyakit yang paling sering menyerang para penggemar fast food yaitu jantung koroner.

Secara teoritis, ketika menelan banyak kalori, tubuh dipaksa menghasilkan insulin dalam jumlah ekstra untuk mengubah karbohidrat menjadi gula darah. Namun, kehadiran insulin yang terlalu banyak justru akan memicu terjadinya penggabungan dengan lemak untuk bersama-sama merusak pembuluh darah. Pembuluh darah dijejali oleh segala macam kotoran, termasuk kolesterol. Ketika kolesterol menyumbat aliran darah, terjadilah penyakit jantung koroner.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard menunjukkan bahwa pria setengah baya yang berbadan ramping mempunyai usia yang lebih panjang 40% dibandingkan dengan mereka yang berbadan gemuk. Badan ramping dan pengendalian konsumsi kalori juga diduga berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung. Buktinya, pria-pria ramping ternyata berisiko kena serangan jantung 60% lebih kecil dibandingkan dengan pria gemuk. Naiknya berat badan akibat konsumsi kalori yang berlebihan juga berdampak buruk bagi tekanan darah dan akhirnya menimbulkan masalah hipertensi.

Konsumsi lemak yang tinggi akan merangsang kebutuhan glutation, sehingga tubuh semakin berisiko mengalami glutation rendah. Glutation adalah biomarker yang sangat tepat untuk membedakan individu yang sehat dengan individu yang sakit. Mereka yang kadar glutationnya tinggi mempunyai risiko sepertiga lebih rendah untuk menderita tekanan darah tinggi, sakit jantung, diabetes, dan infeksi saluran kemih.

Glutation sendiri tersusun dari asam-asam amino dan dihasilkan dalam setiap sel tubuh, yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dan serangan radikal bebas. Makanan yang dapat meningkatkan kadar glutation tubuh adalah sayuran sebangsa kubis (termasuk brokoli) dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C.

Sebenarnya, tak hanya fast food, kebiasaan mengonsumsi makanan enak secara berlebihan pada orang-orang yang sudah mapan hidupnya, seperti terjadi di AS, juga ikut andil dalam menciptakan tren manusia gemuk. Orang AS memiliki kecenderungan mengonsumsi produk pangan hewani dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka minum susu setiap hari, makan telur 314 butir setiap tahun (bandingkan dengan orang Indonesia yang hanya minum susu seingatnya dan makan telur rata-rata 50 butir saja dalam setahun), dan terlalu banyak makan daging.

Penelitian di Arizona State University membuktikan bahwa konsumsi vitamin C 500 mg selama dua minggu dapat meningkatkan glutation tubuh sampai 50%, tetapi dosis vitamin C yang lebih tinggi tidak dapat meningkatkan kadar glutation yang lebih tinggi lagi. Sedangkan, buah-buahan dan sayuran yang mengandung glutation relatif tinggi, di antaranya avokat 31,3 mg, semangka 28,3 mg, jeruk 14,6 mg, stroberi 11,9 mg, kentang 12,7 mg, tomat 10,9 mg, wortel 5,9 mg, dan bayam 5,0 mg.

Sebenarnya fast food tidak sama dengan junk food (makanan sampah yang hanya padat kalori). Bahan penyusun fast food termasuk golongan pangan bergizi. Yang penting dilakukan adalah bagaimana mengatur frekuensi makan fast food agar tidak dikonsumsi secara berlebihan. Junk food adalah kata lain untuk makanan yang jumlah kandungan nutrisinya terbatas. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food adalah makanan yang kandungan garam, gula, lemak, dan kalorinya tinggi, tetapi kandungan gizinya sedikit. Yang paling gampang masuk dalam jenis ini adalah keripik kentang yang mengandung garam, permen, semua dessert manis, makanan fast food yang digoreng, dan minuman soda atau minuman berkarbonasi.

Pada makanan yang mempunyai label junk food biasanya kandungan vitamin, protein, atau mineralnya sangat sedikit. Junk food mengandung banyak sodium, saturated fat, dan kolesterol. Bila jumlah ini terlalu banyak di dalam tubuh, maka akan menimbulkan banyak penyakit. Dari penyakit ringan sampai penyakit berat macam darah tinggi, stroke, jantung, dan kanker. Sodium tidak boleh kebanyakan terdapat di dalam tubuh kita. Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih dari 3300 miligram. Ini sama dengan 1 3/5 sendok teh. Bila sodium terlalu banyak, maka dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi juga akan berpengaruh munculnya gangguan ginjal, penyakit jantung, dan stroke.

Satured fat berbahaya bagi tubuh karena zat tersebut merangsang organ hati untuk memproduksi banyak kolesterol. Kolesterol sendiri didapat dengan dua cara, yaitu oleh tubuh itu sendiri dan ada juga yang berasal dari produk hewani yang kita makan. Kolesterol banyak terdapat dalam daging, ayam, ikan, telur, mentega, susu, dan keju. Bila jumlahnya banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh. Tingginya jumlah satured fat akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus. Lemak dari daging, susu, dan produk-produk susu merupakan sumber utama dari satured fat.

Selain itu, beberapa junk food juga mengandung banyak gula. Gula, terutama gula buatan, tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Minuman bersoda, cake, dan cookies mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman bersoda mengandung paling banyak gula, sedangkan kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari 4 gram atau satu sendok teh sehari

2.3 Jenis-jenis makanan junk food

1. Makanan gorengan

Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi.
Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam prosese menggoreng sering terjadi bnayak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

2. Makanan kalengan

Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampirseluruhnya dirusak.
Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat.
Nilai gizinya jauh berkurang. Sealain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas. Bersamaan dengann tingginya kalori, dapat menyebabkan obesitas.

3. Makanan asinan

Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal.

Bagi pengkonsumsi makanan asinan terbut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan.

Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lender lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinu mengkonsumsi makanan asin radang lambung dan usus kemungkinan tinggi.


4. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)

Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet/pewarna dll yang memberatkan beban hati/hepar.

Dalam ham dsb kadar natriumnya tinngi, mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

5. Makanan dari daging berlemak dan jerohan

Walaupun makan ini mengandung protein yang baik, vitamin dan mineral tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dll.

6. Olahan Keju

Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula drah meninggu. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

7. Mi instant

Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

8. Makanan yang dipanggang/dibakar

Mengandung zat penyebab kanker.

9. Sajian manis beku.

Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.

10. Manisan kering
Mengandung garam nitrat.
Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak hepar dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal

2.4 Bahaya Junk Food dan Fast Food

Makanan junk food sepertinya menunjukkan indikasi yang harus dihindari bagi mereka yang benar-benar ingin memperhatikan kesehatan. Makanan yang banyak mengandung goreng-gorengan, cemilan bergaram, dan daging menyebabkan 35 persen serangan jantung di dunia. Demikian hasil penelitian sejumlah pakar di Kanada.

Studi di 52 negara memperlihatkan orang yang menyantap makanan terdiri atas daging, telur, dan junk food lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung, sementara mereka yang mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran memiliki resiko yang lebih rendah.

Penelitian tersebut mendukung temuan sebelumnya yang memperlihatkan junk food dan lemak hewani dapat mengakibatkan sakit jantung dan terutama serangan jantung.

Dr Salim Yusuf di McMaster University di Ontario, Kanada, dan rekannya menanyai lebih dari 16.000 pasien, 5.700 di antara mereka baru saja mengalami serangan jantung pertama. Mereka mengambil contoh darah dan meminta setiap pasien mengisi formulir terperinci mengenai kebiasaan makan mereka antara Februari 1999 dan Maret 2003. Mereka membagi relawan menjadi tiga kelompok.

“Faktor pertama diberi nama Oriental karena banyak berisi tahu putih, kedelai, dan saus lain,” tulis mereka di dalam laporan yang disiarkan di jurnal Circulation. “Faktor kedua diberi nama Barat karena banyak berisi makanan yang digoreng, cemilan bergaram, dan daging. Faktor makanan ketiga diberi judul Hati-hati karena banyak berisi buah dan sayur-mayur,” katanya.

Orang yang makan lebih banyak buah dan sayuran memiliki resiko serangan jantung 30 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang memakan sedikit buah atau bahkan tidak makan buah sama sekali.

Orang yang mengkonsumsi makanan Barat memiliki resiko serangan jantung lebih dari 35 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi sedikit atau tidak mengonsumsi  makanan yang digoreng atau daging.

Temuan tersebut penting karena belum jelas apakah makanan atau faksi lain yang menimbulkan resiko serangan jantung. Makanan yang kaya akan kandungan mungkin berhubungan dengan gaya hidup yang lebih kaya yang meliputi sedikit atau tanpa olahraga, misalnya.

Para peneliti itu menyatakan bahwa sakit jantung tak hanya menyerang orang kaya. “Rata-rata 80 persen sakit jantung dan saluran pernapasan di dunia terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah,” tulis mereka.

Bahayanya tidak hanya itu saja namun masih ada bagi otak kita, junk food sudah terbukti pula mengakibatkan gangguan kesehatan pada tubuh kita, seperti kegemukan (obesitas), kolesterol tinggi, penyakit jantung, kencing manis (diabetes), dan kanker. Semua jenis penyakit yang ditimbulkan itu merupakan penyakit berat tuh. Kalaupun kita memandang ringan salah satu penyakit akibat kebanyakan mengonsumsi junk food adalah kerusakan pada gigi, kita salah besar dan ada yang lebih mengerikan lagi yaitu Gangguan Mental Anak. Para orang tua sebaiknya memperhatikan asupan makanan bagi buah hati. Makanan sampah (junk food) yang miskin nilai gizi menyebabkan anak cenderung berperilaku nakal, hiperaktif, dan sulit berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan Central Queensland University Australia menemukan, anak-anak yang sering makan makanan berlemak dan mengandung gula tinggi seperti junk food cenderung mengalami gangguan kesehatan fisik dan psikologis.

Penelitian juga mengungkap, anak-anak dengan pola makan tidak sehat cenderung memiliki performa yang tidak bagus di sekolah. Mayoritas memiliki hasil tes buruk.

Peneliti Dr Karena Burke mengatakan, gangguan spesifik akibat junk food adalah depresi dan hiperaktif pada anak. “Ada bukti penting bahwa diet anak mempengaruhi kesehatan mental mereka,” ujarnya.

Selain berpengaruh pada kesehatan mental, asupan makanan yang tidak sehat juga memicu obesitas. Sebab, makanan sekarang banyak yang mengalami proses pengolahan dengan tambahan bahan makanan kalori tinggi seperti garam, gula dan lemak. “Pada tingkat tertentu, akan membahayakan kehidupan anak,” katanya.

Burke menyarankan para orangtua untuk memperbanyak asupan makanan non-olahan seperti buah dan sayur segar untuk hidangan anak-anak. Tentunya, dengan diimbangi aktivitas fisik yang menyehatkan seperti olahraga.

“Kita bisa makan makanan sehat, tapi orang yang tidak berolahraga memiliki faktor risiko karena kurang gerak,” ucapnya. “Poin penting adalah orangtua menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Jika orangtua tidak bisa hidup sehat jangan mengharapkan hal sebaliknya terjadi pada anak.”

2.5  Strategi jitu atasi ketagihan junk food dan fast food

Di atas meja terhidang sajian makanan yang begitu menggoda. Ada keripik kentang yang gurih sekali. Di sebelahnya ada biskuit. Ada juga sepiring bakwan dan tahu goreng.

Anda tak bisa menahan diri untuk menyomot satu per satu, hingga semua yang tersaji habis? Anda mungkin sudah masuk kategori ketagihan makan makanan tak sehat.

Jangan khawatir, Anda dapat menghentikannya. Berikut ini caranya:

Sarapan dengan benar

Mulailah hari dengan sarapan sehat seperti jus buah, susu rendah lemak, yoghurt, sereal tinggi serat, dan buah. Orang yang pola makannya tinggi serat mencerna makanan dengan lambat. Akibatnya, rasa lapar jadi tertunda dan keinginan untuk mengasup makanan berlemak juga berkurang.

Potong porsi dan ukuran

Jangan sekalipun mencoba berpantang makanan tak sehat karena akibatnya Anda justru makin tergoda untuk mencomotnya. Jika ingin, belilah dalam porsi kecil lalu bagilah dengan rekan di sebelah Anda.

Pilih kualitas

Seumpama Anda suka cokelat, pilihlah cokelat berkualitas tinggi yang pasti mahal. Karena mahal, Anda jadi tidak sering membeli.

Mulai olahraga

Olahraga akan memompa endorfin, yaitu morfin alami dalam tubuh, untuk beredar ke seluruh tubuh. Dengan berolahraga Anda jadi punya waktu sedikit untuk makan. Untuk mengurangi keinginan makan cokelat atau makanan manis setelah makan besar, coba jalan-jalan sejenak di sekitar rumah.

Makan teratur

Melewati waktu makan akan menyebabkan kadar gula darah jadi turun. Akibatnya, Anda akan menyambar apa pun makanan manis di dekat Anda agar kadar gula bisa normal. Jaga kadar gula agar tetap normal dengan makan tiga kali sehari dengan gizi seimbang dan porsi yang sesuai untuk Anda. Ingat, jangan berlebihan.

Cari alternatif lain

Keinginan mencari makanan berlemak bisa jadi merupakan tanda dari tubuh asupan lemak. Sebaiknya penuhi kebutuhan lemak tubuh itu dengan lemak yang sehat, seperti alpukat, menggunakan dressing salad daru minyak zaitun. Menyantap yoghurt buah segar, sorbet, atau es krim rendah lemak juga bisa untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan makanan manis dan berlemak.

Pertimbangkan menggunakan suplemen

Banyak orang tak sadar dirinya kekurangan mineral zinc, zat yang terdapat dalam kerang dan daging sapi. Kekurangan mineral inilah yang menyebabkan lidah kita jadi kehilangan kepekaan. Akibatnya, kita jadi butuh lebih banyak garam dan gula untuk menikmati makanan.

2.6 Fast Food harus terencana

Salah satu pilihan untuk berbuka puasa bagi orang kantoran yang sibuk adalah makanan cepat saji (fast food) ala Barat. Selain enak, lezat, juga praktis. Tapi empat restoran cepat saji diseret ke pengadilan dengan tuduhan menyebabkan sakit. Betulkah fast food gaya barat berbahaya?
Mengkonsumsi makanan dari restoran fast food, terutama yang menyediakan menu Western Style, semakin sering ditemukan di masyarakat kota-kota besar. Selain jumlah outlet (gerai) restoran-restoran tersebut semakin banyak di berbagai penjuru kota, menu fast food umumnya cepat dalam penyajian.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Health Education Authority, usia 15-34 tahun adalah konsumen terbanyak yang memilih menu fast food. Walaupun di Indonesia belum ada data pasti, keadaan tersebut dapat dipakai sebagai cermin dalam tatanan masyarakat kita, bahwa rentang usia tersebut adalah golongan pelajar dan pekerja muda.
Di kota besar banyak ditemukan konsumen yang memilih menu fast food, karena keterbatasan waktu maupun fasilitas untuk menyiapkan makanannya sendiri. Selain itu pada kalangan tertentu mengkonsumsi fast food juga menjadi bagian dari gaya hidup.
Membuat Ketagihan
Samuel Hirsch, seorang pengacara dari New York, menuntut empat restoran fast food (cepat saji) terkemuka di Amerika. Tuntutan itu dilakukan, karena makanan berkadar lemak tinggi yang disajikan restoran-restoran tersebut dianggap bertanggungjawab atas gangguan kesehatan dan kegemukan yang diderita kliennya, sebagaimana dikutip surat kabar Fox on-line.
Hirsch juga mewakili dua klien lain dengan kasus serupa, yang dalam
waktu dekat akan maju ke pengadilan New York. Frances Winn, klien Hirch, adalah pensiunan perawat berusia 57 tahun, mempunyai kebiasaan makan fast food sedikitnya dua kali seminggu sejak tahun 1975. Hal itu membuat berat badannya meningkat, menderita tekanan darah tinggi, kolesterol dan gangguan kelenjar tiroid.
Klien Hirsch lainnya, Israel Bradley. Ia biasa mengkonsumsi sekitar 400 gram kentang goreng, walau hanya sekali dalam seminggu. Di usianya saat ini, 59 tahun, ia menderita tekanan darah tinggi, kencing manis dan kegemukan.

Semua penyakit itu akhirnya membuat ia sempat dilarikan ke ruang gawat darurat rumahsakit dan menjalani hidup selanjutnya dengan bantuan tongkat untuk menopang langkahnya. “Menu fast food membuat konsumen ketagihan, terutama anak-anak,” kata Hirsch.

Tinggi Lemak
Pada umumnya menu fast food mengandung lebih tinggi kalori, garam dan lemak termasuk kolesterol, dan menu tipe western umumnya hanya sedikit mengandung serat (dietary fiber).
Kalori adalah satuan ukuran untuk energi yang didapatkan tubuh dari makanan seperti dari karbohidrat, protein dan lemak. Setiap gram karbohidrat dan protein memberikan kurang lebih 4 kalori energi, sedangkan dari 1 gram lemak diperoleh hampir 9 kalori.
Fungsi normal tubuh seperti bernapas dan denyut jantung, serta aktivitas fisik membutuhkan energi. Kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda, antara lain dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas seseorang.
Kekurangan kalori merupakan salah satu penyebab menurunnya produktivitas kerja. Sebaliknya kelebihan kalori akan menambah berat badan dan menyebabkan kegemukan.
Banyak penelitian membuktikan, seperti halnya kegemukan (obesitas), konsumsi tinggi lemak menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah dan merupakan salah satu faktor risiko pemicu penyakit jantung, stroke dan diabetes. Selain itu, diet tinggi lemak juga memperbesar risiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar.
Dalam hidupnya, setiap orang juga membutuhkan asupan garam dari makanan, untuk mengganti sejumlah zat gizi yang dikeluarkan tubuh sehari-hari. Pengeluaran tersebut antara lain melalui keringat, tinja dan air kemih.
Unsur natrium adalah kandungan mineral yang paling dominan menjadi komposisi garam dalam makanan. Pada orang tertentu, diet tinggi garam mempunyai hubungan dengan risiko terjadinya penyakit darah tinggi.

Adapun serat dari makanan merupakan karbohidrat komplek, yang tidak turut dicerna. Serat dapat membantu fungsi pencernaan dengan mengurangi kemungkinanan sulit buang air besar, selain peran lainnya dalam menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Obesitas Meningkat
Penelitian-penelitian memang menemukan adanya kaitan antara riwayat kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, dengan meningkatnya kegemukan. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), angka kejadian obesitas di negara maju seperti Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Eropa sangat tinggi. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.
Di wilayah Asia Pasifik, gejala ini juga mulai berkembang, terutama di wilayah perkotaan. Lebih mengejutkan, beberapa kasus obesitas ditemukan sejak usia anak-anak. Di Malaysia, Cina dan Jepang, sekitar 5 – 17 persen kasus obesitas terjadi pada golongan usia yang relatif muda yaitu 6-14 tahun.

2.7 Area bebas Junk food

30 persen orang dewasa di Los Angeles mengalami obesitas, bayangkan, di Indonesia justru sebaliknya, problemnya adalah kekurangan makanan.

(Roll) – Memilih makanan yang akan dikonsumsi perut memang tak boleh sembarangan, di Los Angeles, AS, contohnya, pemerintah setempat akan menindak warung fast food yang menyediakan makanan tak berkualitas. Alasannya sederhana, fast food atau makanan siap saji yang selama ini disediakan warung-warung fast food sangat potensial mengganggu kesehatan warga LA, karena makanan yang tersedia itu memicu obesitas yang tinggi yang banyak menimbulkan penyakit seperti kanker, stroke dan sebagainya.

Hal tersebut dikemukakan oleh konsulat perkotaan di kota Los Angeles pada Selasa (29/7) yang mengeluarkan moratorium atau semacam peringatan kepada setiap pengelola fast food. Bahwa oleh karena tingkat obesitas tinggi meningkat di kota tersebut, itulah yang akhirnya konsulat kota mengeluarkan moratorium pada setiap warung fast food yang kian hari kian banyak pengelola baru yang bermunculan.

Tujuan utama dikeluarkannya moratoriu tersebut supaya member penegasan pada setiap pengelola fast food supaya menyediakan makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Moratorium itu akan diedarkan kepada pengelola dalam durasi waktu yang lama hingga pihak pengelola benar-benar menjamin bahwa makanan yang disediakannya sangat aman dan sehat dikonsumsi.

“Sebenarnya, sebagian besar warga kami sangat berhati-hati dalam memilih makanan, mereka cenderung akan memilih makanan yang sehat dan berkualitas, karenanya mereka harus dilindungi,” kata Bernard Parks, konsulat kota.

“Ini bukan soal dimana makanan itu berada, lalu itulah yang kamu makan,” kata Andrew Puzder, presiden dan chief executive restoran CKE. “Kami punya keinginan yang baik untuk kota ini, tapi kami juga punya kepentingan dimana akhirnya wargalah yang akan memilihnya,” lanjutnya.

Asosiasi restoran di Kalifornia dan para membernya akan melakukan tantangan hukum (legal challenge) kepada pihak yang mengeluarkan moratorium, demikian kata juru bicara asosiasi restoran di Kalifornia, Andrew Casana.

30 persen orang dewasa di Los Angeles selatan terkena obesitas, dibandingkan dengan 19.1 persen saja obesitas yang melanda di pusat kota Los Angeles, dan 14.1 persen di sebelah barat Los Angeles, data tersebut dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Masyarakat kota Los Angeles.

Penelitian telah membuktikan bahwa warga akan mengubah pola kebiasaan makanannya ketika makanan yang tersedia di warung fast food juga merubah makanan yang disediakannya, tapi soal harga lagi-lagi menjadi faktor penting, terutama bagi warga yang tingkat ekonominya rendah, sebab mereka tetap akan mengkonsumsi makanan fast food karena harga yang jauh lebih murah, kata Kelly D. Brownell, direktur Rudd Center for Food Policy and Obesity, Universitas Yale.

2.8 Lebih memilih junk food

1.      Semakin banyak perusahaan makanan asing yang menjual junk food  dan mendirikan cabangnya di kota-kota besar di Indonesia

2.      Pelayanannya lebih cepat dan instan

3.      Marketing timnya sangat bagus dalam arti tahu selera remaja atau masyarakat

PENUTUP

3.1 Simpulan

Jika sudah mengetahui bahaya akan fast food dan junk food seharusnya kita lebih bisa memilah makanan yang sehat untuk pertumbuhan saat ini atau justru membahayakan. Jangan gengsi jika memakan produk Indonesia atau masakan tradisional. Makanan produk Indonesia dan tradiosional lebih bernilai gizi nya di banding dengan makanan ala bangsa barat. Jangan hanya mementingkan rasa lidah yang sesaat namun yang pada akhirnya kesehatan jadi taruhannya. Jika dibanding dengan makanan Indonesia asli ,  jauh nilai gizinya sangat jauh berbeda. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas

3.2 Saran

Hindari makanan yang berbau junk food maupun fast food. Jangan pedulikan gengsi tapi kesehatan. Jika akan bepergian makan dahulu di rumah agar tidak ada keinginan untuk mencoba makanan ala barat itu, atau kalau perlu bawa bekal dari rumah. Selain kesehatan terjaga , kita juga bias menghemat uang untuk hari esok.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.solusisehat.net

2.      http://forum.kafegaul.com/archive/index.php/t-148368.html

3. http://simpatizone.telkomsel.com/web/funzone/Shopping/Fast_Food_Or_Junk_food

4.      http://www.flobamor.com/forum/gado-gado-informasi/35728-yang-suka-makan-fast-food-wajib-baca.html

5. Dr. M. Rumawas, M.Sc. Pusat Kajian Gizi Regional Universitas Indonesia http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1036726543,54127,

6.      http://www.dietyuk.com/junk-food-enak-dan-berbahaya

7.      http://www.indowebster.web.id/showthread.php?67778-makanan-daerah-vs-makanan-barat/page3

8.      http://puzenx.com/2009/02/20/junk-food-sebabkan-sepertiga-serangan-jantung/

9.      http://semprulblog.blogspot.com/2010/01/fast-foodjunk-food-dan-kesehatan.html

10.  http://id.news.yahoo.com/viva/20100318/tls-junk-food-picu-gangguan-mental-anak-34dae5e.html

Entry Filed under: pelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Halaman

Kategori

Kalender

Oktober 2010
S S R K J S M
    Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: