cerpen

Oktober 5, 2010 endahkaru

“Dan juara 1 lomba Karya Ilmiah Remaja jatuh pada . . . Nadia Susanti !”

Suara tepuk tangan yang meriah dari para pendukung Nadia, tak henti-hentinya mengiringi langkah Nadia untuk menerima penghargaan itu. Nadia Susanti, atau biasa dipanggil Nadia, peserta dari salah satu SMAN di Yogyakarta. Malam itu adalah malam terindah untuknya, karena Nadia dapat mewakili di tingkat nasional dan memegang predikat sebagai juara 1. Kebahagiaan dan kegembiraan menyelimuti perasaannya. Usahanya selama ini tidak sia-sia. Dan Ia maju di tingkat internasional. Sebuah tantangan baru bagi Nadia tuk kembali mengukir prestasi.

Suasana pagi saat itu dikelas XI IPA 1 ramai sekali, tidak ada bedanya sama pasar! Apalagi setelah Nadia datang. Begitu datang Nadia langsung dikerumuni teman sekelasnya yang ingin memberi ucapan selamat, terutama tiga orang sahabatnya yang paling dekat dan selalu setia dengannya yaitu Oliv, Nana, dan Santi.

Belum sempat mengucapkan selamat kepada Nadia, bel sekolah pun berbunyi. Itu pertanda upacara akan segera dimulai. Siswa siswi bergerombolan menuju lapangan untuk melaksanakan upacara. Mereka baris tertib sesuai kelas mereka.

“Upacara tanggal 15 Maret 2010 segera dimulai” ucap petugas upacara dengan jelas

Kemudian murid-murid tak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun. Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Dan tiba saatnya amanat Pembina upacara, sudah terdengar suara bisik di antara murid-murid itu. Pembina upacara pada saat itu adalah Kepala sekolah.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Yang Saya hormati guru-guru dan karyawan, dan anak anak yang saya cintai. Seminggu yang lalu, Kita mengikuti Lomba karya Ilmiah Remaja tingkat Nasional dan mengirimkan wakil kita, yaitu Nadia Susanti untuk mengikuti lomba tersebut. Berkat kerja keras dan usaha yang tak henti-hentinya untuk mengikuti berbagai babak penyisihan dan seleksi yang cukup berat karena pemenangnya akan maju ditingkat Internasional, suatu hal yang tentunya tidak mudah. Dan, Alhamdulillah wakil kita, Nadia Susanti menjadi pemenangnya dalam lomba tersebut, sungguh prestasi yang sangat membanggakan. Dia mengharumkan nama sekolah, kota dan juga negara. Dan Nadia Susanti dari kelas XI IPA 1 silahkan kedepan untuk menerima penghargaan dan beasiswa pendidikan” kata Kepala sekolah yang bangga dengan prestasi siswanya.

Nadia pun maju dengan tersipu malu dan rasa bersyukur akan apa yang diraihnya. Tepuk tangan yang meriah dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan para siswa diberikan untuk Nadia Susanti, seorang siswa yang berhasil meraih sebuah prestasi yamg sangat membanggakan.

Upacara berlangsung selama dua jam. Terik matahari mulai menyengat kulit. Setelah upacara selesai, siswa siswi bergerombolan dan berebutan agar cepat masuk ruang kelas masing-masing karena sudah tak tahan dengan panasnya matahari.

“Congrat ya Nad, bener kan yang kita bilang kamu pasti pemenangnya” kata Nana, Oliv, dan Santi dengan kompak dan mengulurkan tangannya tuk ditarik tangan Nadia ke kantin.

“Na, Liv, San , maaf bukannya aku pelit atau apa tapi . . . dan jangan marah, jangan benci dan . .“jawab Nadia yang hampir menangis.

“Tapi apa Nad ? karena kamu nggak punya nggak punya uang lantas kita marah, benci dan ninggalin kamu ?”sergah Santi

“Nad, kita ini sahabat yang akan selalu ada saat kamu butuh, saat kamu menangis ataupun tertawa” Sahut Oliv

“Iya Nad, bener kata Oliv, dan kali ini aku yang akan menraktir” jawab Nana yang merangkul Nadia.

Diantara teman-temannya, Nadia memang berasal dari keluarga yang kurang berada. Tapi teman-temannya selalu setia menemaninya. Terkadang diantara Oliv, Nana dan Santi ikut Nadia berdagang barang bekas di pasar Klitikan seusai sekolah untuk membantu biaya sekolah adiknya.

“Nad, gimana hasil jualan kemarin?” Tanya Santi

“lumayan San, untuk tambah uang sekolah Hilda” jawabnya

“oh, ya aku denger tadi kita hari ini pulang pagi, gimana klo kita langsung kepasar aja Nad?” usul Oliv dengan bersemangat

Celotehan itu terhenti sesaat karena pesanan mereka sudah datang. Mereka mulai membumbui pesanan mereka dengan saus, kecap dan sambal. Lalu segera menghabiskan makanannya karena bel seolah mengejar mereka. Dan tiba-tiba terdengar bel sekolah, namun kali ini berbeda. Bel ini berbunyi tiga kali yang tandanya adalah bel pulang sekolah.

Dan Oliv, Nana, Santi dan Nadia bergegas menuju kelas untuk mengambil tas dan langsung menuju pasar Klitikan dengan bus.

Selama lima menit mereka menunggu bus di depan sekolah, dan akhirnya datang juga. Satu per satu mereka menaiki bus itu, dan kenek bus mulai menariki uang sejumlah Rp.1500 tarif pelajar dan bagi orang yang masih memakai seragam sekolah.

Sesampainya di Pasar Klitikan, mereka langsung menuju kios Nadia dan mulai merapikan barang bekas yang akan dijualnya yaitu hp, kulkas, kompor gas, sepeda, tv dan masih banyak lagi. Dalam menjual barang-barang itu Nadia tak mendapat laba yang menjanjikan dan tak selalu laku. Tapi daripada Ia hanya merepotkan orangtuanya dan menghabiskan  uang mereka sedangkan biaya untuk makan aja susah apalagi untuk membiayai sekolah. Walaupun Nadia mendapatkan beasiswa karena juara 1 lomba karya ilmiah remaja tingkat nasional, tapi dia masih punya adik, Hilda namanya yang butuh sekolah untuk masa depannya. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani, dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Ekonomi keluarganya hanya ditopang oleh pekerjaan ayahnya yang hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah maupun keperluan sekolah Nadia dan Hilda yang berasal dari hasil jualannya di pasar Klitikan.

Dengan keadaan seperti ini, Nadia selalu bersyukur dan Ia harus mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang dokter. Karena Nadia berpikir seorang dokter dapat dihormati, dipuja dan tentunya mewujudkan keinginan orangtuanya untuk naik haji.

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Oktober 2010
S S R K J S M
    Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: